Meliar, Minyak 109 Dollar AS

NEW YORK,SENIN - Harga minyak mentah kembali melonjak mendekati kisaran level tertinggi sepanjang masa setelah negara-negara pengekspor minyak (OPEC) menolak seruan Barat untuk meningkatkan produksi dan meredakan tekanan pasokan.  “Pasar berjangka minyak meningkat lagi, akibat keengganan OPEC untuk meningkatkan pasokan minyak,” kata analis Sucden, Nimit Khamar yang dikutip AFP.

Selain itu harga minyak juga terdorong oleh ekspetasi bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, akan kembali menurunkan suku bunga sehingga bisa memicu pelemahan dollar AS. Melemahnya mata uang Paman Sam itu membuat investor tertarik ke komoditas seperti minyak untuk melindungi investasinya.

Kontrak minyak utama di New York Mercantile Exchange, Senin (7/4) waktu setempat, minyak mentah jenis light sweet,  unutk pengiriman Mei, melonjak 2,86 dollar AS hingga ditutup pada 109,09 dollar AS per barrel setelah mencapai tertinggi 109,48 dollar AS di tengah perdagangan. Pencapaian tertinggi sejak 18 Maret lalu, yang sempat mendekati level 112 dollar di 111,80 dollar AS per barrel. Sedangkan minyak mentah jenis Brent North Sea untuk Mei naik ke posisi 107,14 dollar AS per barrel setelah mencapai tingkat 107,50 dollar AS di tengah perdagangan.

Minyak meningkat meski ada sedikit pemulihan di dollar AS, yang pelemahan nilainya telah menjadi faktor kunci dalam kenaikan harga. Eric Wittenauer dari Wachovia Securities mengatakan harga energi memiliki momentum baru, yang telah membawa dana-dana spekulatif kembali ke pasar. “Kami secara umum yakin bahwa setelah jatuh menyusul empat ujian atas dukungan 100 dollar per barrel, harga menemui momentum baru,” katanya.

Pada akhir pekan lalu, Sekretaris Jenderal OPEC, Abdullah al-Badri, menolak seruan untuk meningkatkan produksi minyak mentah kartel itu, dengan mengatakan bahwa faktor-faktor non-fundamental yang bertanggung jawab atas kenaikan harga pada saat ini. “Pada saat ini minyak cukup di pasar dan tidak perlu untuk mengubah produksi OPEC,” kata Badri di Teheran Sabtu malam.

Presiden AS George W. Bush telah menyeru kepada OPEC dan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi sebagai upaya merespon penguatan harga yang terjadi terus menerus. Namun kartel yang memproduksi 40 persen pasokan minyak global itu, mempertahankan produksinya pada 29,67 juta barel per hari di pertemuan terbarunya pada Maret. “Tidak ada seorang pun dapat membuat OPEC di bawah tekanan karena kami memutuskan berdasarkan kepentingan kami,” tegas Badri.

Sementara di pasar Asia, kontrak utama New York, light sweet pengiriman Mei, pada awal perdagangan  Selasa (8/4) pagi turun ke posisi 108,86 dollar per barrel.(AP)
EDJ

sumber : www.kompas.com

Satu Tanggapan

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/meliar_minyak_109_dollar_as/

Tinggalkan Balasan